Selasa, 07 Agustus 2012

MY POWER


Saya pernah membaca buku yang mengatakan ciri-ciri teman sejati seperti berikut:
 " Suka mengucap salam Assalamu'alaikum dan menyapa siapa saja yang pernah dikenal, dimanapun ketemunya, mudah bergaul dan punya banyak teman, wajahnya selalu tampak cerah, banyak senyum, shalat tahajud, shalat dhuha, dan baca Al-Qur'an-nya terjaga, PeDe memakai atribut keislaman, kayak baju koko atau kopiyah, kalau lagi tidur, bibir selalu senyum, berani menegur (dgn lembut) kalau temannya melakukan kesalahan, suka ngasih sesuatu keorang lain, tidak suka buang-buang waktu dan berusaha melakukan yg terbaik dalam setiap aktivitas, optimis menjalani hidup, dan yg terakhir jarang nampak sedih dan berduka. "

Ya, semenjak saya menggunakan jilbab kesekolah tepatnya pada akhir bulan juny 2012, saya jadi semakin tertarik belajar tentang dunia Islam. Sebuah buku mengatakan "teman kamu adalah cerminan dirimu," itu artinya apa yang kamu lakukan itu adalah yang dilakukan juga oleh temanmu, jadi disini teman sangat mempengaruhi kelakuan dan akhlak kamu. Baik atau buruknya teman yang kamu pilih itu adalah tergantung dari dirimu. Sebaik-baiknya teman yang kamu pilih malah semakin baik juga untuk dirimu, namun sebaliknya jika kamu memilih teman yang buruk maka itu akan berdampak juga pada dirimu.

Memutuskan menggunakan jilbab adalah bukan hal yang mudah bagi kaum remaja sepertiku, banyak kaum remaja berpikir "Jika saya menggunakan jilbab, nanti saya tidak bisa lagi menggunakan dress selutut" , "Saya takut menggunakan jilbab", "Saya malu menggunakan jilbab", "Saya takut, jika saya menggunakan jilbab tidak ada yang menyukaiku", "Jika saya menggunakan jilbab saya akan terlihat jelek dan tidak PeDe", "Saya ingin menggunakan jilbab, tetapi saya tidak memiliki cukup banyak baju yang berlengan panjang", "Saya ingin menggunakan jilbab kesekolah, tetapi jika diluar sekolah saya belum bisa menggunakan jilbab" dan masih banyak lagi. Itu real loh, tidak ada karangan bohongan.

Untuk memutuskan menggunakan jilbab, saya harus melalui tahap-tahap loh. Tidak langsung gunakan begitu saja. Karena itu bagi saya adalah tanggung jawab. Awalnya sih saya menggunakan penutup kepala tersebut karena tuntutan rapat panitia yang saya ikuti. Karena saya begitu sering mengikuti kepanitiaan yang berbau Risma jadi secara tidak langsung mereka memperlihatkan betapa asiknya menggunakan jilbab, jadi tidak perlu ribet lagi dengan rambut, apalagi rambut yang kusam dan tak terawat (gak kebayang deh).

Disekolah saya, terutama teman-teman saya, sebagian besar adalah menggunakan jilbab, jadi tidak heran mengapa saya juga ingin menggunakan jilbab seperti layaknya mereka. Saya melihat mereka yah baik-baik saja, asik, fun, dan pokoknya gak kebayang deh serunya menggunakan jilbab.

Kesan pertama kesekolah menggunakan jilbab yah pastinya teman-teman pada bilangnya gini "Sejak kapan insyafnya?", "Sudah insyaf situ ee", dan masih banyak lagi. Tapi itu tidak berlanjut lama kok, hanya hari pertama dan kedua saja, ketiga yah sudah berkurang.

Lanjut.... Saya menggunakan jilbab karena saya ingin memperdalam agama saya.

Suatu hari disekolah teman saya pernah bertanya "Siapa yang memotivasikanmu sehingga kamu ingin menggunakan jilbab?", "Mengapa kamu ingin menggunakan jilbab?", dan ada juga yang beranya "Apa yang kamu rasakan setelah kamu menggunakan jilbab?"

Untuk menjawab itu semua saya harus berpikir dulu, karena pastinya jawaban yang saya berikan akan menjadi pertimbangan bagi mereka. Setelah saya menggunakan jilbab, saya merasa lebih tenang dan aman jika keluar rumah.

Ada lagi buku yang mengatakan "Jilbabku adalah identitasku". Itu artinya setelah melihatku orang tidak akan lagi bertanya "Agama apa yang sedang kamu ikuti". karena ia telah melihat apa yang telah saya gunakan, tentunya saya beragama Islam. 

Teman saya pernah juga mengatakan setelah ia melihatku, yang paling teringat: "Jarang-jarang orang mendapat  hidayah ingin menggunakan jilbab seperti ini".

Alhamdulillah terhadap semua respon positiv yang sampai saat ini yang saya terima dari pihak teman-teman saya. 

So, Sudakah anda menggunakan Jilbab? (bagi kaum cewek yyeee...)