Saya pernah membaca buku yang mengatakan ciri-ciri teman sejati seperti berikut:
" Suka mengucap salam Assalamu'alaikum
dan menyapa siapa saja yang pernah dikenal, dimanapun ketemunya, mudah bergaul
dan punya banyak teman, wajahnya selalu tampak cerah, banyak senyum, shalat
tahajud, shalat dhuha, dan baca Al-Qur'an-nya terjaga, PeDe memakai atribut
keislaman, kayak baju koko atau kopiyah, kalau lagi tidur, bibir selalu senyum,
berani menegur (dgn lembut) kalau temannya melakukan kesalahan, suka ngasih sesuatu
keorang lain, tidak suka buang-buang waktu dan berusaha melakukan yg terbaik
dalam setiap aktivitas, optimis menjalani hidup, dan yg terakhir jarang nampak
sedih dan berduka. "
Ya, semenjak saya menggunakan jilbab kesekolah
tepatnya pada akhir bulan juny 2012, saya jadi semakin tertarik belajar tentang
dunia Islam. Sebuah buku mengatakan "teman kamu adalah cerminan
dirimu," itu artinya apa yang kamu lakukan itu adalah yang dilakukan juga
oleh temanmu, jadi disini teman sangat mempengaruhi kelakuan dan akhlak kamu.
Baik atau buruknya teman yang kamu pilih itu adalah tergantung dari dirimu.
Sebaik-baiknya teman yang kamu pilih malah semakin baik juga untuk dirimu,
namun sebaliknya jika kamu memilih teman yang buruk maka itu akan berdampak
juga pada dirimu.
Memutuskan menggunakan jilbab adalah bukan hal
yang mudah bagi kaum remaja sepertiku, banyak kaum remaja berpikir "Jika
saya menggunakan jilbab, nanti saya tidak bisa lagi menggunakan dress
selutut" , "Saya takut menggunakan jilbab", "Saya malu
menggunakan jilbab", "Saya takut, jika saya menggunakan jilbab tidak
ada yang menyukaiku", "Jika saya menggunakan jilbab saya akan
terlihat jelek dan tidak PeDe", "Saya ingin menggunakan jilbab,
tetapi saya tidak memiliki cukup banyak baju yang berlengan panjang",
"Saya ingin menggunakan jilbab kesekolah, tetapi jika diluar sekolah saya
belum bisa menggunakan jilbab" dan masih banyak lagi. Itu real loh, tidak
ada karangan bohongan.
Untuk memutuskan menggunakan jilbab, saya harus
melalui tahap-tahap loh. Tidak langsung gunakan begitu saja. Karena itu bagi
saya adalah tanggung jawab. Awalnya sih saya menggunakan penutup kepala
tersebut karena tuntutan rapat panitia yang saya ikuti. Karena saya begitu
sering mengikuti kepanitiaan yang berbau Risma jadi secara tidak langsung
mereka memperlihatkan betapa asiknya menggunakan jilbab, jadi tidak perlu ribet
lagi dengan rambut, apalagi rambut yang kusam dan tak terawat (gak kebayang
deh).
Disekolah saya, terutama teman-teman saya,
sebagian besar adalah menggunakan jilbab, jadi tidak heran mengapa saya juga
ingin menggunakan jilbab seperti layaknya mereka. Saya melihat mereka yah
baik-baik saja, asik, fun, dan pokoknya gak kebayang deh serunya menggunakan
jilbab.
Kesan pertama kesekolah menggunakan jilbab yah
pastinya teman-teman pada bilangnya gini "Sejak kapan insyafnya?",
"Sudah insyaf situ ee", dan masih banyak lagi. Tapi itu tidak
berlanjut lama kok, hanya hari pertama dan kedua saja, ketiga yah sudah
berkurang.
Lanjut.... Saya menggunakan jilbab karena saya
ingin memperdalam agama saya.
Suatu hari disekolah teman saya pernah bertanya
"Siapa yang memotivasikanmu sehingga kamu ingin menggunakan jilbab?",
"Mengapa kamu ingin menggunakan jilbab?", dan ada juga yang beranya
"Apa yang kamu rasakan setelah kamu menggunakan jilbab?"
Untuk menjawab itu semua saya harus berpikir
dulu, karena pastinya jawaban yang saya berikan akan menjadi pertimbangan bagi
mereka. Setelah saya menggunakan jilbab, saya merasa lebih tenang dan aman jika
keluar rumah.
Teman saya pernah juga mengatakan setelah ia
melihatku, yang paling teringat: "Jarang-jarang orang mendapat
hidayah ingin menggunakan jilbab seperti ini".
Alhamdulillah terhadap semua respon
positiv yang sampai saat ini yang saya terima dari pihak teman-teman
saya.
So, Sudakah anda menggunakan Jilbab? (bagi kaum
cewek yyeee...)