Jumat, 15 Maret 2013

Membendung tangis

Ada saatnya kesedihan menghampiri hati, itulah saat dimana perasaan dikecewakan oleh orang-orang yang kita sayangi entah itu sahabat, teman, ataupun pacar. 
Aku menangis bukan karena aku lemah. Aku menangis karena aku tak tau lagi bagaimana caranya aku mengekspresikan perasaanku. Aku tak mengerti mengapa mata ini mengeluarkan tetesan air mata ini. 
Air mata itu adalah karunia, gak ada yang salah dengan air mata, mengapa harus malu ketika hati ingin menangis. Dikeluarkan lebih baik daripada hati terus memendam rasa kecewa ini. 
Menangis itu bukan berarti cengeng, bukan berarti kita lemah, tangis itu terjadi ketika mata kita sudah tak mampu lagi mengekspresikan perasaan hati, dimana orang-orang pun tak mengerti dengan apa yang kita rasakan. Bukannya aku menyalahkan tapi inilah perasaanku, akupun tak mengerti mengapa kekecewaan ini menghampiriku. 
Semua orang pasti pernah merasakan bagaimana rasanya kecewa atau dikecewakan dan juga menangis. Walaupun sebenarnya tangis tak selamanya hadir karena rasa kecewa, tetapi cobalah mengerti mengapa tangis itu hadir, air mata itu mengalir. Mengapa?
Bukankah seberat apapun masalah itu harus tetaplah tersenyum? Seberat apapun pedih rasa dijiwa janganlah sampai tertetes air mata dan tetaplah kuatkan hati? Tetapi sungguh membendung tangis itu tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. 
Ketika aku mencarimu baik kamu itu adalah sahabat, teman, ataupun pacar dalam keadaan aku meneteskan air mata. Itu bukanlah tanda bahwa aku lemah. Aku tidak lemah. Hanya saja aku ingin mencari sandaran tempat aku bernaung karena tangisanku. Aku ingin kamu menjadi kekuatanku ketika aku telah meneteskannya. 
Aku tak pernah menyesali keadaan ini. Karena dengan keadaan ini aku bisa menjadi lebih kuat, aku bisa mengetahui siapa orang yang tetap care denganku, dan aku bisa menemukan orang yang tepat untuk kujadikan sandaran tangisanku, dan dengan keadaan ini pula aku bisa mengetahui orang yang dapat mengerti perasaan kecewaku walaupun aku mencoba terus menyembunyikannya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar