Aku pernah dengar entah dimana dan kapan itu "sebuah hubungan tak akan berkesan tanpa adanya sebuah cek-cok masalah". Ya, entah itu benar adanya ataupun tidak, tapi itu nyata bahwa sebuah hubungan akan lebih sangat berkesan ketika didalamnya terdapat masalah yang penyelesainnya hanya bisa kita selesaikan dengan cukup butuh kesabaran untuk membangun kembali kepercayaan itu.
Aku berikan kesempatan yang sebenarnya aku berharap kamu akan menggunakan kesempatan itu dengan caramu yang terbaik, kau jaga kesempatan itu. Namun kenyataan berkata lain, kesempatan pertama tak lagi yang terbaik, tak lai menjadi yang terindah. Kau salah menyalahguanakan kesempatan yang telah aku berikan dengan tulus dan ikhlas. Hal ini terjadi bukan hanya pada saat ini tapi itu sering adanya. kau katakan takkan mengulangi, 'aku takan
mengulangi'. Lalu pada akhirnya kau tetap mengulangi dan terus melakukan. Kesempatan pertama akan lebih berharga dan bermakna ketika kesempatan kedua takan ada. Terus siapa yang akan disalahkan? Orang yang melakukan ataukah orang yang memberikan kesempatan itu? Itu semua takan bisa disalahkan begitu saja. Salahkah aku yang selalu memberikan kesempatan? Salahkah aku yang terus selalu memaafkan? Salahkah aku yang menganggap semua baik-baik saja? Salahkah aku?
Keyakinan yang tertera dalam hati ini kini menghilang, kepercayaan yang telah lama dan susah payah aku bangun, kini telah hancur sudah. Betapa kuhargai kau sebagai kekasih.
Ketika kau tahu, aku dengan sabar selalu mencoba mengertimu, selalu mencoba melakukan apa yang tak kau sukai, ternyata semua berbeda dan dalam kenyataannya saya tetap tak bisa melakukan itu. Padahal aku berharap kau juga bisa mengerti aku sebagaimana aku mengertimu. Walaupun aku tak sepenuhnya mengertimu.
Kasih...
Permohonan maafku dari hati yang kau tempati, aku minta maaf atas segala kekuranganku, atas segala kesalahanku, atas segala perkataanku yang selalu saja tak berkenan dihatimu. Aku bukanlah orang yang sempurna. Orang yang jika kamu menyukai 'A' dan tak mennyukai 'B' lantas aku harus merubahnya dan memenuhi keinginanmu. Aku bukan orang yang seperti itu. Aku tak bisa melakukan segala apa yang kamu inginkan. Aku berharap kau bisa mengerti keadaanku.
Kasih...
Sampai kapan akau akan terus berharap? ketika dalam realitanya aku lelah untuk berharap. Melakukan pengharapan membuatku seakan-akan penuh dengan banyak pertanyaan yang tak mempunyai jawab atas pertanyaan-pertanyaan itu.
Kasih...
Mencintai memang mudah, mengubah perasaan menjadi berubah memang bukan hal yang sulit untukku, tapi mengikhlaskanlah yang sulit kulakukan, mengikhlaskan bukan berarti aku tak menyayangi dan mencintai. Mengikhlaskan adalah bukti untukmu agar kau bisa mendapatkan yang terbaik, yang bisa menjadi apa yang selalu kau inginkan.
Kasih...
Percayalah aku akan selalu setia menemani dalam keadaan apapun yang sedang kau hadapi, walaupun aku tak berada bersamamu, tapi aku akan selalu dihatimu. Selalu bersama angan dan mimpimu, walaupun kau tak menyadarinya.
Kasih...
Dibalik hari ini, memaafkanmu adalah hal yang termudah yang kulakukan, tetapi setelahnya itu menjadi hal yang sangat sulit untukku, aku lelah pada semua yang apa kau lakukan, aku lelah selalu diming-imingi dengan harapan 'perubahan'. Aku ingin kau juga bisa mengerti apa yang aku rasakan ini, kuingin kau bisa pahami keadaan ini.
Kasih...
Dalam keadaan nan gundah ini, aku ingin mengatakan, aku masih tetap mencoba menyayangimu selalu walaupun semuanya berbeda. Dalam ruang hati yang tak menentu ini, aku ingin mengatakan aku masih tetap mencoba selalu bisa mengertimu selalu walaupun semuanya perlu proses dan dalam dunia nan luas ini aku ingin mengatakan aku masih tetap mencoba memahamimu selalu walaupun semuanya masih kucuba.
Kasih...
Tetaplah pada pendirianmu, biarkan kita tetap ada. Keep calm and be strong : '))

mengulangi'. Lalu pada akhirnya kau tetap mengulangi dan terus melakukan. Kesempatan pertama akan lebih berharga dan bermakna ketika kesempatan kedua takan ada. Terus siapa yang akan disalahkan? Orang yang melakukan ataukah orang yang memberikan kesempatan itu? Itu semua takan bisa disalahkan begitu saja. Salahkah aku yang selalu memberikan kesempatan? Salahkah aku yang terus selalu memaafkan? Salahkah aku yang menganggap semua baik-baik saja? Salahkah aku?
Keyakinan yang tertera dalam hati ini kini menghilang, kepercayaan yang telah lama dan susah payah aku bangun, kini telah hancur sudah. Betapa kuhargai kau sebagai kekasih.
Ketika kau tahu, aku dengan sabar selalu mencoba mengertimu, selalu mencoba melakukan apa yang tak kau sukai, ternyata semua berbeda dan dalam kenyataannya saya tetap tak bisa melakukan itu. Padahal aku berharap kau juga bisa mengerti aku sebagaimana aku mengertimu. Walaupun aku tak sepenuhnya mengertimu.
Kasih...
Permohonan maafku dari hati yang kau tempati, aku minta maaf atas segala kekuranganku, atas segala kesalahanku, atas segala perkataanku yang selalu saja tak berkenan dihatimu. Aku bukanlah orang yang sempurna. Orang yang jika kamu menyukai 'A' dan tak mennyukai 'B' lantas aku harus merubahnya dan memenuhi keinginanmu. Aku bukan orang yang seperti itu. Aku tak bisa melakukan segala apa yang kamu inginkan. Aku berharap kau bisa mengerti keadaanku.
Kasih...
Sampai kapan akau akan terus berharap? ketika dalam realitanya aku lelah untuk berharap. Melakukan pengharapan membuatku seakan-akan penuh dengan banyak pertanyaan yang tak mempunyai jawab atas pertanyaan-pertanyaan itu.
Kasih...
Mencintai memang mudah, mengubah perasaan menjadi berubah memang bukan hal yang sulit untukku, tapi mengikhlaskanlah yang sulit kulakukan, mengikhlaskan bukan berarti aku tak menyayangi dan mencintai. Mengikhlaskan adalah bukti untukmu agar kau bisa mendapatkan yang terbaik, yang bisa menjadi apa yang selalu kau inginkan.
Kasih...
Percayalah aku akan selalu setia menemani dalam keadaan apapun yang sedang kau hadapi, walaupun aku tak berada bersamamu, tapi aku akan selalu dihatimu. Selalu bersama angan dan mimpimu, walaupun kau tak menyadarinya.Kasih...
Dibalik hari ini, memaafkanmu adalah hal yang termudah yang kulakukan, tetapi setelahnya itu menjadi hal yang sangat sulit untukku, aku lelah pada semua yang apa kau lakukan, aku lelah selalu diming-imingi dengan harapan 'perubahan'. Aku ingin kau juga bisa mengerti apa yang aku rasakan ini, kuingin kau bisa pahami keadaan ini.
Kasih...
Dalam keadaan nan gundah ini, aku ingin mengatakan, aku masih tetap mencoba menyayangimu selalu walaupun semuanya berbeda. Dalam ruang hati yang tak menentu ini, aku ingin mengatakan aku masih tetap mencoba selalu bisa mengertimu selalu walaupun semuanya perlu proses dan dalam dunia nan luas ini aku ingin mengatakan aku masih tetap mencoba memahamimu selalu walaupun semuanya masih kucuba.
Kasih...
Tetaplah pada pendirianmu, biarkan kita tetap ada. Keep calm and be strong : '))

nice post. keep calm and be strong.
BalasHapusbut you've worked hard, let's do out best tomorrow too